Chapter
9
Kembalinya
Senyuman Rina
“Ricky?”
Rina masih terdiam kaget saking nggak percayanya dengan apa
yang dia lihat.
“Maaf malam-malam gini datang.” Ucap Ricky.
Rina tak bisa berkata apa-apa. Sebenarnya kedatangan Ricky
nggak terlalu malam sih karena jarum jam masih menunjukkan pukul 7 lewat
seperempat. Rina yang salah tingkah itu pun duduk di samping Kakeknya. Rina
heran dengan ekspresi hangat kakeknya itu. Biasanya kalo ada cowok mencoba
dekatin Rina, Kakek biasanya sewot apalagi sejak kejadian penyerangan Jaya itu.
Maklumlah, Rina cucu Kakek satu-satunya hingga sangat disayangi.
Namun kali ini Kakek malah senyum-senyum di hadapan Ricky.
Entah mantra apa yang digunakan Ricky hingga bisa membuat Kakek dan Nenek jadi
lembut padanya.
“Rin, kencan yuk?” ajak Ricky secara spontan tanpa basa-basi
pake kata sambutan, pembukaan, isi dan penutup. Wesh, emang undangan?